Miliaran Dana Desa Diduga Tak Jelas, Pemdes Lebeng Timur Pilih Bungkam

- Penulis

Selasa, 17 Juni 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Potret kondisi jalan di Desa Lebeng Timur dikeluhkan oleh warga.

Potret kondisi jalan di Desa Lebeng Timur dikeluhkan oleh warga.

Sumenep, warta9.co.id – Pemerintah Desa Lebeng Timur, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadi sorotan publik menyusul tidak transparannya pengelolaan Dana Desa (DD) hingga pertengahan tahun anggaran 2025.

Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai realisasi anggaran tersebut. Dokumen penting seperti Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta informasi pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan pun tidak dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran mengenai ketaatan pihak desa terhadap Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), yang mengamanatkan agar seluruh badan publik—termasuk pemerintahan desa—wajib menyampaikan informasi anggaran secara rutin dan terbuka kepada masyarakat.

Baca juga  150 Peserta Padati “Indoor Yoga: Flow to Glow MYZE”, MYZE Hotel Sumenep Dorong Gaya Hidup Sehat

Aktivis Soroti Minimnya Transparansi

Dafid Qurrahman, aktivis mahasiswa asal Sumenep yang tergabung dalam Fakta Foundation sebuah organisasi yang fokus pada pengawasan kebijakan dan anggaran publik—menyoroti sikap tertutup pemerintah Desa Lebeng Timur.

“Sikap tertutup seperti ini sangat bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan,” ujar Dafid kepada wartawan, Selasa (17/6).

Menurutnya, tidak adanya publikasi APBDes, tidak terpampangnya papan informasi proyek di lokasi kegiatan, serta ketiadaan laporan pertanggungjawaban adalah tanda lemahnya komitmen pemerintah desa terhadap hak masyarakat dalam mengawasi dana publik.

“UU KIP sudah sangat jelas menyatakan bahwa informasi terkait anggaran adalah informasi wajib yang harus diumumkan secara berkala, tanpa perlu diminta oleh masyarakat. Kalau sampai sekarang belum ada keterbukaan, ini bisa jadi indikasi pelanggaran serius,” tegas Dafid.

Baca juga  Sumenep Lanjutkan Program UHC, Layanan Kesehatan Gratis dengan KTP

Ia menambahkan, sikap enggan membuka informasi justru menimbulkan kecurigaan, terlebih jika melihat realita di lapangan yang berbanding terbalik dengan dokumen program tahunan.

Infrastruktur Rusak, Warga Bertanya-tanya

Salah satu indikasi potensi penyimpangan anggaran, lanjut Dafid, terlihat dari kondisi infrastruktur jalan antar dusun yang masih rusak parah. Padahal, perbaikan jalan desa selalu tercantum dalam program tahunan pemerintah desa.

“Beberapa jalan desa masih berlubang dan becek saat hujan. Tapi kami tidak melihat ada aktivitas pembangunan atau perbaikan sama sekali,” ungkapnya.

Baca juga  Bandar Narkoba Riyanto Dituntut 6,5 Tahun Penjara

Desakan Audit dan Pemeriksaan

Dafid mendesak Inspektorat Kabupaten Sumenep dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) agar segera melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan Dana Desa di Lebeng Timur.

Ia menegaskan bahwa keterbukaan anggaran adalah kewajiban hukum yang tidak bisa ditawar.

Kepala Desa Belum Memberi Penjelasan

Saat dikonfirmasi pada 12 Juni 2025, Kepala Desa Lebeng Timur, Abpaisol, belum memberikan penjelasan rinci. “Nanti saya jelaskan lebih jelas,” ujarnya singkat.

Saat dihubungi kembali oleh awak media, Abpaisol hanya menyatakan akan memberikan kabar. “Pasti nanti saya kabari,” katanya.

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan lebih lanjut dari pihak yang bersangkutan.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB