Sumenep, warta9.co.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolres Sumenep, Rabu (28/5/2025).
Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk bersikap adil dan tidak tebang pilih dalam menangani berbagai kasus hukum di wilayah Kabupaten Sumenep.
Koordinator lapangan aksi, Ahyatul Karim, dalam orasinya menyuarakan kekecewaan terhadap kinerja aparat kepolisian yang dinilai lamban dan tidak transparan.
Ia menilai ada perbedaan mencolok dalam penanganan hukum antara masyarakat biasa dan pejabat yang terlibat kasus hukum.
“Jika masyarakat biasa terlibat kasus, proses hukumnya berjalan sangat cepat. Tapi ketika pejabat yang terlibat, penanganannya justru terkesan lamban dan penuh tanda tanya,” ujar Ahyatul lantang di hadapan massa aksi.
Ia menekankan bahwa supremasi hukum harus ditegakkan secara menyeluruh tanpa pandang bulu, agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum tetap terjaga.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kasat Reskrim Polres Sumenep, IPTU Agus Rusdiyanto, memastikan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam menegakkan hukum secara profesional dan berkeadilan.
“Tidak ada intervensi dari pihak manapun dalam setiap proses penegakan hukum di Polres Sumenep. Kami menegaskan, tidak ada istilah tebang pilih,” tegas IPTU Agus.
Ia juga menepis tudingan lambannya proses hukum. Menurutnya, setiap penanganan perkara membutuhkan proses dan tahapan yang harus sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
“Penegakan hukum tidak bisa instan. Kami harus bekerja berdasarkan bukti, saksi, dan prosedur yang ketat agar hasilnya bisa dipertanggungjawabkan secara hukum,” jelasnya.
Aksi mahasiswa tersebut berlangsung damai dan mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Mereka berharap, suara yang disuarakan dapat menjadi alarm bagi penegak hukum agar bekerja lebih transparan dan adil di tengah masyarakat.








Comment