Efisiensi Anggaran di Sumenep Setara 61% dari PAD, Fakta Foundation Minta Pemkab Bertindak

- Penulis

Sabtu, 29 Maret 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis Fakta Foundation, Abd. Halim. (Foto: Dok. Warta9)

Aktivis Fakta Foundation, Abd. Halim. (Foto: Dok. Warta9)

SUMENEP, WARTA9 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menghadapi tantangan berat setelah pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD TA 2025 memangkas anggarannya secara signifikan.

Pemangkasan ini setara dengan 61% dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang memperburuk kondisi keuangan daerah dan semakin menegaskan ketergantungan Sumenep pada dana transfer pusat untuk pembiayaan pembangunan serta layanan publik.

Baca juga  Remaja 15 Tahun di Sumenep Tewas Akibat Ledakan Tabung Gas

Aktivis Forum Analisis Kebijakan dan Transparansi Anggaran (Fakta) Foundation, Abd. Halim, mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep tahun 2025 dipatok sebesar Rp 2,5 triliun, turun dari APBD 2024 yang mencapai Rp 2,7 triliun.

Penurunan ini disebabkan oleh pemangkasan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 192,9 miliar, atau yang dibulatkan menjadi Rp 193 miliar. Sementara itu, PAD Kabupaten Sumenep tercatat sebesar Rp 318 miliar, sehingga pemangkasan tersebut hampir menyamai jumlah PAD daerah ini.

Baca juga  Pemkab Sumenep Sediakan 6 Bus Mudik Gratis dari Jakarta

“Situasi ini mengharuskan Pemkab Sumenep untuk beradaptasi dengan bekerja lebih keras dalam mencari sumber pendapatan baru serta mengelola anggaran secara lebih efisien. Hal ini penting agar program-program prioritas tetap dapat berjalan tanpa terganggu,” kata Abd Halim. Sabtu, (29/3/2025).

Baca juga  Gegara Pindah Partai Anggota DPRD Sumenep Fraksi PKS di-PAW

Menurutnya, keputusan ini jelas berisiko menghambat berbagai proyek strategis yang telah direncanakan, termasuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan masyarakat.

“Dengan kondisi ini, Pemkab Sumenep diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang inovatif guna menjaga keberlangsungan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di tengah keterbatasan anggaran,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB