DPRD Sumenep Soroti Ketat Pelaksanaan BSPS 2026, Pengawasan Rp250 Juta Diminta Tepat Sasaran

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, warta9.co.id – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026 di Kabupaten Sumenep kembali menjadi perhatian publik. Setelah sempat diterpa kasus dugaan korupsi pada pelaksanaan sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep kini meminta agar program bantuan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah tersebut dijalankan lebih transparan dan terukur.

Tahun ini, Kabupaten Sumenep memperoleh alokasi sekitar 570 unit BSPS yang akan tersebar di sejumlah kecamatan. Jumlah tersebut memang lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya, namun dinilai menjadi peluang untuk memperbaiki tata kelola program agar lebih tepat sasaran.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep, Akhmadi Yasid, menegaskan bahwa pelaksanaan BSPS tidak boleh lagi menyisakan persoalan sebagaimana yang pernah terjadi pada tahun 2024 lalu.

Menurutnya, langkah Pemerintah Kabupaten Sumenep yang menyiapkan anggaran pengawasan sekitar Rp250 juta patut diapresiasi sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga program tetap berjalan sesuai aturan.

“Program ini harus benar-benar dikawal agar manfaatnya dirasakan masyarakat yang membutuhkan. Pengawasan menjadi bagian penting supaya tidak ada lagi persoalan yang mencederai kepercayaan publik,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Meski demikian, Yasid mengingatkan bahwa besarnya anggaran pengawasan tidak otomatis menjamin keberhasilan program jika tidak dibarengi pengawasan yang efektif di lapangan.

Baca juga  DPRD Sumenep Desak Polres Segera Tangkap Riyanto, DPO Bandar Narkoba Dungkek

Ia menilai pengawasan tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata, melainkan harus menyentuh substansi pelaksanaan, mulai dari distribusi material, kualitas pembangunan rumah, hingga pola pendampingan terhadap penerima bantuan.

“Yang terpenting bukan besar kecilnya dana pengawasan, tetapi bagaimana pengawasan itu benar-benar bekerja dan mampu mencegah potensi penyimpangan sejak awal,” katanya.

Politisi PKB tersebut juga menyoroti pentingnya keterbukaan data penerima bantuan. Menurut dia, transparansi menjadi langkah penting agar masyarakat dapat ikut mengawasi proses pelaksanaan program.

Baca juga  Ketua DPRD Sumenep Pimpin Rapat Paripurna, Dorong Aspirasi Masyarakat Terakomodir

Selain itu, ia meminta pengawasan dilakukan sejak tahap awal sebelum proyek berjalan, bukan setelah muncul persoalan di tengah pelaksanaan.

“Kalau pengawasan dilakukan sejak awal, potensi masalah bisa dicegah lebih dini. Jadi bukan hanya sibuk menyelesaikan persoalan setelah terjadi,” tambahnya.

Yasid menilai pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa persoalan BSPS bukan sekadar teknis pembangunan rumah, tetapi juga berkaitan dengan tata kelola program secara menyeluruh.

Karena itu, ia berharap seluruh pihak yang terlibat benar-benar menjaga integritas pelaksanaan program agar bantuan perumahan tersebut tidak kembali memunculkan polemik di tengah masyarakat.

Baca juga  SPPG Pasongsongan–Soddara Resmi Beroperasi, Dukung Gizi Anak Menuju Generasi Emas

Ia juga mengingatkan agar anggaran pengawasan yang telah disiapkan tidak habis untuk kegiatan seremonial maupun laporan administratif semata.

“Jangan sampai dana pengawasan hanya habis untuk rapat dan perjalanan dinas, sementara pengawasan substansinya lemah,” tegasnya.

Menurut Yasid, masyarakat kini sangat sensitif terhadap pelaksanaan BSPS karena berbagai persoalan yang pernah mencuat sebelumnya. Oleh sebab itu, pengawasan harus dijadikan instrumen pencegahan, bukan sekadar langkah reaktif setelah masalah muncul.

Di akhir keterangannya, ia menegaskan bahwa program BSPS harus kembali pada tujuan utamanya, yakni membantu masyarakat kurang mampu memperoleh rumah layak huni.

“Program ini jangan sampai bergeser dari tujuan awalnya. BSPS harus benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat kurang mampu, bukan ruang kepentingan pihak tertentu,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB