DKPP Sumenep Usulkan Arta’ Pottre Koneng sebagai Plasma Nutfah

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, menjelaskan proses pengusulan kacang hijau kuning khas Sumenep atau arta' pottre koneng sebagai varietas lokal yang saat ini masih dalam tahap penelitian oleh BRIN.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, menjelaskan proses pengusulan kacang hijau kuning khas Sumenep atau arta' pottre koneng sebagai varietas lokal yang saat ini masih dalam tahap penelitian oleh BRIN.

SUMENEP, (WARTA9) — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep tengah mengupayakan pengakuan resmi terhadap kacang hijau kuning khas daerah yang dikenal masyarakat sebagai arta’ pottre koneng. Komoditas tersebut diusulkan menjadi plasma nutfah lokal sebagai bagian dari pelestarian kekayaan hayati asli Sumenep.

Saat ini, usulan tersebut masih berada pada tahap penelitian oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hasil kajian itu akan menjadi dasar untuk melanjutkan proses pemurnian hingga pelepasan varietas sebelum ditetapkan sebagai varietas lokal Kabupaten Sumenep.

Baca juga  PMII Sumenep Nilai Pemkab Tidak Serius Tindak Pelanggaran Tata Niaga Tembakau

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan seluruh tahapan tersebut harus dilalui sesuai prosedur yang berlaku.

“Masih berlangsung proses penelitiannya, setelah itu ada proses pemurnian dan pelepasan varietas. Baru ditetapkan sebagai varietas Sumenep. Mudah-mudahan tahun ini selesai,” ujarnya.

Chainur yang akrab disapa Inung menjelaskan, arta’ pottre koneng pada dasarnya merupakan jenis kacang hijau. Namun, varietas ini memiliki karakter yang membedakannya dari kacang hijau lain, terutama pada warna biji yang kuning serta bentuk dan teksturnya yang khas.

“Sama-sama kacang hijau sebenarnya, hanya saja memiliki kekhasan pada warna, bentuk, dan teksturnya. Varietas ini hanya ada di Sumenep,” ungkapnya.

Tanaman tersebut telah lama dibudidayakan petani di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Manding, Batuputih, Ambunten, Pasongsongan, dan Lenteng. Selain dipasarkan di pasar-pasar tradisional Sumenep, hasil panennya juga dipasarkan ke Surabaya.

Baca juga  Sambut HUT RI, MYZE Hotel Sumenep Gelar Donor Darah dan Bersih-Bersih Rumah Ibadah

DKPP tidak hanya memfokuskan perhatian pada arta’ pottre koneng. Saat ini, instansi tersebut juga sedang menginventarisasi berbagai tanaman lokal lainnya untuk diusulkan sebagai plasma nutfah khas Sumenep.

Beberapa komoditas yang masuk dalam pendataan meliputi pisang kepok, kacang komak, cabai jamu, tembakau Prancak CK-95, bawang merah, cengkeh Masalembu, timun, hingga cabai rawit lokal.

“Kita memiliki banyak varietas lokal,” papar Inung.

Menurutnya, pengakuan terhadap varietas asli daerah menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya genetik sekaligus memperkuat identitas pertanian Sumenep. Di sisi lain, pengembangan komoditas lokal juga diyakini dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi para petani.

“Ke depan, budi daya komoditas ini akan terus kita tingkatkan dan kembangkan,” tandasnya.(*)

Penulis : Ratih

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB