SUMENEP, warta9.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, bergerak cepat dalam menangani banjir yang melanda sekitar 54 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut.
Langkah tanggap darurat ini dilakukan untuk mengurangi dampak kerugian yang dialami para petani akibat cuaca ekstrem.
Hujan lebat yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir melanda Kecamatan Batuan, menyebabkan genangan air di Jalan Nasional Pamekasan-Sumenep.
Akibatnya, saluran irigasi tidak mampu menampung debit air yang meluap ke lahan pertanian. Selain mengakibatkan kemacetan, banjir ini juga merendam lahan pertanian warga, termasuk sawah-sawah yang ditanami padi.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengungkapkan bahwa total lahan yang terdampak mencapai 54 hektare.
“Tim kami langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi dan mengukur luas lahan yang terdampak,” ujar Chainur, Rabu (22/1/2025).
Di wilayah utara, 11 hektare sawah terendam, sementara di bagian selatan, tepatnya di area barat Tugu Kuda Terbang, genangan air meluas hingga 43 hektare.
Ia menjelaskan, jika genangan air bisa surut dalam waktu kurang dari tiga hari, dampak kerusakan pada tanaman padi tidak akan terlalu parah.
DKPP juga mengimbau masyarakat untuk segera menyedot air menggunakan mesin pompa, dengan tetap menjaga agar tebing sungai tidak rusak.
“Semoga air cepat surut agar tanaman warga tidak rusak,” harap Chainur.








Comment