Sumenep, warta9.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus berinovasi dalam memperkuat sistem distribusi hasil pertanian dengan mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi digital Silangtani.
Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat transformasi sistem lelang komoditas pertanian menuju era digital.
Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) DKPP Sumenep, Dewo Ringgih, menyampaikan bahwa pihaknya tengah gencar membangun komunikasi dengan para pedagang grosir dari berbagai pasar induk di Jawa Timur, termasuk wilayah Madura.
Langkah ini dilakukan untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan jaringan pengguna aplikasi Silangtani.
“Kami berencana mengundang para pedagang ke Sumenep untuk mengikuti sosialisasi. Harapannya, mereka tertarik bergabung sebagai anggota Silangtani dan mulai melakukan pembelian langsung dari petani lokal,” ujar Dewo, Jumat (23/5/2025).
Sebagai langkah awal, DKPP Sumenep akan memfokuskan implementasi aplikasi ini pada komoditas cabai rawit merah. Komoditas ini akan menjadi pilot project dalam pelaksanaan lelang digital perdana melalui platform Silangtani.
“Kita mulai dari satu komoditas dulu sebagai uji coba sistem,” tambahnya.
Berbeda dari mekanisme lelang konvensional yang mengandalkan pertemuan tatap muka, Silangtani menghadirkan proses jual beli yang sepenuhnya digital.
Petani cukup mengunggah hasil panen melalui perwakilan yang disebut sebagai “titik kumpul”, yang berfungsi sebagai administrator dalam platform ini. Titik kumpul ini dapat berasal dari Gapoktan, Koperasi Tani, maupun Poktan.
Di sisi lain, para pedagang besar dapat langsung mengikuti proses lelang dan mengajukan penawaran secara daring. Skema ini dirancang untuk memangkas jalur distribusi yang panjang serta meminimalisir peran tengkulak yang sering kali merugikan petani.
Aplikasi Silangtani merupakan inovasi lokal yang dikembangkan untuk menciptakan ekosistem perdagangan hasil pertanian yang transparan, efisien, dan menguntungkan, baik bagi petani maupun pembeli.
“Dengan sistem ini, kami ingin petani mendapatkan harga jual yang lebih baik dan kepastian pasar yang lebih jelas,” tutup Dewo.








Comment