Disdik Sumenep Tegaskan Sekolah Bebas Rokok dan HP

- Penulis

Jumat, 11 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disdik Sumenep, Agus Dwi Saputra saat wawancara dengan media. (Foto: Istimewa).

Kepala Disdik Sumenep, Agus Dwi Saputra saat wawancara dengan media. (Foto: Istimewa).

SUMENEP, WARTA9 – Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Jawa Timur, menegaskan aturan lingkungan sekolah yang bebas asap rokok dan penggunaan ponsel saat pembelajaran.

Langkah ini merupakan bagian dari penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di semua sekolah di bawah naungan Disdik Sumenep.

Kebijakan tersebut merujuk pada Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, khususnya Pasal 115 ayat (2).

Baca juga  Teras Masjid di Sumenep Ambruk, Jamaah Panik Berhamburan

Dalam aturan itu, sekolah termasuk area yang harus bebas dari aktivitas merokok, bersama tempat ibadah, fasilitas kesehatan, transportasi umum, tempat kerja, dan ruang publik lainnya.

Kepala Disdik Sumenep, Agus Dwi Saputra, menyebut pihaknya terus mengedukasi kepala sekolah dan guru mengenai pentingnya aturan ini.

“Guru dan kepala sekolah harus jadi contoh. Merokok di sekolah bukan hanya melanggar aturan, tapi juga memberi contoh buruk bagi siswa,” kata Agus, Jumat (11/4/2025).

Baca juga  BCA Sumenep Bungkam Soal Dugaan Saldo Nasabah Raib Usai Transaksi QRIS, Publik Pertanyakan Transparansi

Selain larangan merokok, Disdik juga mengeluarkan surat edaran tentang pembatasan penggunaan ponsel saat proses belajar mengajar. Tujuannya agar suasana kelas tetap fokus dan kondusif.

Agus mengakui bahwa mengubah kebiasaan tidak mudah. Namun, edukasi secara terus-menerus diharapkan mampu mengurangi kebiasaan merokok di lingkungan sekolah.

Baca juga  Kepala Desa Suhanto: PKDI Harus Jadi Ruang Solusi, Bukan Sekadar Seremoni

Bagi guru yang belum bisa berhenti merokok, ia menyarankan agar tidak melakukannya di area yang terlihat oleh siswa.

Meski baru sebatas imbauan, Disdik Sumenep yakin kesadaran guru akan tumbuh. Harapannya, sekolah menjadi lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas asap rokok.

“Kami hanya mengingatkan kembali aturan yang sudah ada,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB