Dinas PUTR Sumenep Bakal Keruk Dua Sungai untuk Cegah Banjir

- Penulis

Sabtu, 12 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas PUTR Sumenep, Ery Susanto. (Foto: Dok Warta9)

Kepala Dinas PUTR Sumenep, Ery Susanto. (Foto: Dok Warta9)

SUMENEP, WARTA9 – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep, Jawa Timur, berencana melakukan pengerukan dua sungai yang sering menyebabkan genangan air saat musim hujan.

Dua sungai yang akan dikeruk adalah Sungai Kalianjuk di Desa Patean, Kecamatan Batuan, dan Kalimarengan di Desa Pabian, Kecamatan Kota. Pengerjaan akan dimulai sekitar bulan Mei atau Juni 2025.

Kepala Dinas PUTR Sumenep, Ery Susanto, mengatakan bahwa dua sungai itu memang jadi penyebab utama banjir di musim hujan.

Baca juga  MYZE Hotel Sumenep Dukung Khitan Massal Muhammadiyah, Puluhan Anak Ikuti Kegiatan Sosial

“Endapan lumpur di dasar sungai sudah sangat tebal, sehingga air mudah meluap ke permukiman warga,” kata Ery, Sabtu (12/4/2025).

Ia mencontohkan, normalisasi Kalimarengan pada 2013 dulu bisa mengurangi banjir. Tapi karena masyarakat masih sering buang sampah ke sungai, lumpur cepat menumpuk lagi.

Baca juga  Bappeda Sumenep dan Bappenas Bahas Pengembangan Ekonomi Biru di Pulau Kangean

“Sungai Kalianjuk terakhir dikeruk pada 2015 atau 2016, dan sekarang sudah kembali dangkal,” ujarnya.

Menurut Ery, Sungai Kalianjuk sangat penting karena jadi jalur pembuangan air dari daerah hulu seperti Ambunten, Guluk-Guluk, Ganding, hingga Lenteng.

“Bahkan kalau di Sumenep tidak hujan, tapi hujan turun di daerah hulu, sungai ini bisa meluap,” bebernya.

Walaupun dua sungai itu masuk kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PUTR Sumenep sudah mengajukan permohonan resmi agar normalisasi bisa segera dilakukan.

Baca juga  Harta Kekayaan Naik Drastis, Mohammad Iksan Bilang Begini

Selain dua sungai utama, PUTR juga mengusulkan pengerukan saluran pembuangan di arah timur dari pompa milik PT Garam.

Pemerintah Kabupaten Sumenep sudah menyiapkan dana sebesar Rp1,6 miliar untuk mendukung proyek ini.

“Diharapkan, setelah pengerukan selesai, banjir di wilayah Kota Sumenep bisa dikurangi,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB