SUMENEP, WARTA9 – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep, Jawa Timur, berencana melakukan pengerukan dua sungai yang sering menyebabkan genangan air saat musim hujan.
Dua sungai yang akan dikeruk adalah Sungai Kalianjuk di Desa Patean, Kecamatan Batuan, dan Kalimarengan di Desa Pabian, Kecamatan Kota. Pengerjaan akan dimulai sekitar bulan Mei atau Juni 2025.
Kepala Dinas PUTR Sumenep, Ery Susanto, mengatakan bahwa dua sungai itu memang jadi penyebab utama banjir di musim hujan.
“Endapan lumpur di dasar sungai sudah sangat tebal, sehingga air mudah meluap ke permukiman warga,” kata Ery, Sabtu (12/4/2025).
Ia mencontohkan, normalisasi Kalimarengan pada 2013 dulu bisa mengurangi banjir. Tapi karena masyarakat masih sering buang sampah ke sungai, lumpur cepat menumpuk lagi.
“Sungai Kalianjuk terakhir dikeruk pada 2015 atau 2016, dan sekarang sudah kembali dangkal,” ujarnya.
Menurut Ery, Sungai Kalianjuk sangat penting karena jadi jalur pembuangan air dari daerah hulu seperti Ambunten, Guluk-Guluk, Ganding, hingga Lenteng.
“Bahkan kalau di Sumenep tidak hujan, tapi hujan turun di daerah hulu, sungai ini bisa meluap,” bebernya.
Walaupun dua sungai itu masuk kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PUTR Sumenep sudah mengajukan permohonan resmi agar normalisasi bisa segera dilakukan.
Selain dua sungai utama, PUTR juga mengusulkan pengerukan saluran pembuangan di arah timur dari pompa milik PT Garam.
Pemerintah Kabupaten Sumenep sudah menyiapkan dana sebesar Rp1,6 miliar untuk mendukung proyek ini.
“Diharapkan, setelah pengerukan selesai, banjir di wilayah Kota Sumenep bisa dikurangi,” tandasnya.








Comment