Demi Reputasi Kampus, Rektor UNIBA Madura Diduga Abaikan Korban Pelecehan

- Penulis

Selasa, 28 Januari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor UNIBA Madura, Rahmat Hidayat. (Foto: Dok. Warta9).

Rektor UNIBA Madura, Rahmat Hidayat. (Foto: Dok. Warta9).

SUMENEP, warta9.co.id – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang mahasiswi Universitas Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura inisial LL semakin memanas dengan munculnya dugaan tindakan intimidasi oleh pihak Rektor terhadap korban.

Farah Adiba, selaku Kepala Divisi Advokasi & Investigasi Dear Jatim, menyampaikan kekhawatirannya terkait tindakan rektor yang lebih mengutamakan reputasi institusi daripada perlindungan terhadap korban.

Farah menyayangkan langkah rektor yang menginstruksikan ketua organisasi UNIBA Campus Ambassador untuk mengeluarkan korban alias LL dari organisasi tersebut.

Farah menilai, tindakan ini menunjukkan preseden buruk bagi dunia pendidikan tinggi Indonesia, yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi mahasiswa, bukan malah menjadi tempat untuk menambah tekanan psikologis bagi korban kekerasan seksual.

Baca juga  TK Bina Anaprasa Kusuma Bangsa Gelar Kunjungan Edukatif ke Museum Keraton Sumenep

“Korban telah mengalami trauma yang mendalam, dan tindakan rektor justru semakin memperburuk kondisi psikologisnya. Bukannya mendapat dukungan, korban malah diintimidasi dan dikeluarkan. Ini adalah bentuk diskriminasi yang nyata terhadap korban kekerasan seksual,” ujar Farah pada wartawan, Selasa (28/1).

Farah menegaskan, bahwa korban berhak menerima perlindungan dan dukungan, bukan malah dipersalahkan atau dijauhi.

Ia juga mendesak Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, untuk segera memeriksa rektor dan pihak-pihak yang terlibat dalam intimidasi ini.

“Polisi harus segera memeriksa rektor dan semua pihak yang terlibat dalam intimidasi ini. Langkah tegas harus diambil agar kejadian serupa tidak terulang. Perguruan tinggi juga harus memberikan perlindungan menyeluruh, termasuk pendampingan hukum dan psikologis bagi korban,” tegasnya.

Baca juga  Ketua DPRD Sumenep Serukan Keadilan dan Perlindungan Pekerja di Hari Buruh 2025

Hingga berita ini dinaikkan, pihak UNIBA Madura memilih bungkam dan enggan memberikan komentar apapun.

Upaya konfirmasi pewarta kepada Rektor UNIBA Madura, Rahmad Hidayat, melalui sambungan telepon seolah percuma alias tidak mendapatkan respons.

Kasus dugaan pelecehan seksual ini sebelumnya mencuat ke publik setelah korban melapor ke polisi pada akhir Desember 2024 lalu, dan peristiwa tersebut menjadi viral di media sosial.

Dalam dugaan intervensi yang muncul, rektor disebut-sebut meminta ketua organisasi UNIBA Campus Ambassador untuk mengeluarkan korban dari organisasi, dengan alasan mencemarkan nama baik kampus karena laporan polisi dan penyebaran informasi di media sosial.

Baca juga  Ini Sosok Penghulu Nikah Terhalang di Desa Rajun

Sementara itu, hingga saat ini, Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih dalam tahap pengumpulan bahan keterangan terkait kasus tersebut.

Plt Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S mengungkapkan, bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan awal.

“Kami masih dalam proses lidik, yakni pengumpulan bahan keterangan. Kami juga sudah mendatangi pihak UNIBA Madura untuk meminta keterangan,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, Senin (27/1/2025) siang.

“Itu kami masih full booked atau pengumpulan bahan keterangan,” sambungnya lebih lanjut.***

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB