SUMENEP, WARTA9 – Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Sumenep, Jawa Timur, menggelar program inovatif bertajuk Nyangkruk Bareng Bimas Islam (NYABIS) di tiga pulau, yaitu Sapeken, Arjasa, dan Kangayan pada 14–15 April 2025.
Program ini merupakan terobosan baru yang bertujuan mempererat komunikasi antara Bimas Islam dan pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah kepulauan.
Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Sumenep, H Moh Mabrur, mengatakan bahwa program ini hadir sebagai wadah dialog santai namun bermakna.
“Kami ingin mendengar langsung aspirasi, tantangan, dan ide dari rekan-rekan KUA di lapangan,” kata Mabrur, Kamis (17/4/2025).
Mabrur menambahkan, dirinya ingin menyerap masukan secara langsung, sekaligus memberikan motivasi kerja demi meningkatkan pelayanan publik KUA agar lebih optimal.
Selain dialog terbuka, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif terkait layanan nikah, wakaf, pembinaan umat, dan penguatan moderasi beragama.
“Suasana hangat dan terbuka membuat para peserta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman,” ujarnya.
Para pegawai KUA, mulai dari penghulu, penyuluh agama, hingga staf administrasi, menyambut positif kehadiran program ini.
Mereka menilai terobosan ini sebagai langkah baru yang efektif memperkuat sinergi dan kerja sama.
Lebih lanjut Mabrur menjelaskan, dirinya berkomitmen untuk terus hadir lebih dekat dan mendukung peningkatan layanan kepada masyarakat.
“Layanan publik harus lebih ditingkatkan di setiap Kantor KUA seluruh wilayah Kabupaten Sumenep, termasuk wilayah kepulauan yang jauh dari pusat kota,” tandasnya.








Comment