SUMENEP, WARTA9 – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Jawa Timur, menunjukkan komitmennya dalam penanggulangan kemiskinan.
Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan pentingnya kerjasama antar sektor untuk mengatasi kemiskinan di Kabupaten Sumenep.
“Penanggulangan kemiskinan bukan tugas yang mudah, namun dengan sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan lembaga sosial, kita dapat mencapainya,” ungkap Arif. Kamis, (9/1/2025).
Menurutnya, keberhasilan penanggulangan kemiskinan di Sumenep bergantung pada dukungan OPD, BUMN/BUMD, dan lembaga non-profit seperti Baznas.
“Bappeda Sumenep merancang solusi jangka panjang melalui RPKD 2025-2029, bukan hanya fokus pada upaya jangka pendek,” jelasnya.
Dokumen ini disusun dengan melibatkan berbagai tahapan, termasuk diskusi kelompok terarah (FGD) untuk memetakan kondisi kemiskinan di wilayah tersebut.
Untuk memastikan tercapainya target penurunan angka kemiskinan, Bappeda Sumenep mengadakan Diseminasi Laporan Akhir RPKD pada Rabu, 11 Desember 2024, di Aula Potre Koneng.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari 17 OPD, kepala desa, camat, serta berbagai pihak terkait lainnya.
RPKD 2025-2029 ini bertujuan untuk merancang strategi lima tahun dan aksi tahunan yang efektif dalam mengurangi kemiskinan secara signifikan.








Comment