Bappeda Sumenep Perkuat Akuntabilitas OPD, Pembangunan Tak Sekadar Serapan Anggaran

- Penulis

Kamis, 30 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, menyampaikan paparan terkait penguatan akuntabilitas kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai upaya meningkatkan efektivitas pembangunan, kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, profesional, dan akuntabel.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, menyampaikan paparan terkait penguatan akuntabilitas kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai upaya meningkatkan efektivitas pembangunan, kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, profesional, dan akuntabel.

SUMENEP, (WARTA9) — Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus memperkuat sistem akuntabilitas kinerja di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini ditempuh untuk memastikan setiap program pembangunan berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Penguatan akuntabilitas menjadi salah satu agenda penting Pemkab Sumenep sepanjang 2026. Selain mengawal pelaksanaan program sesuai rencana, pemerintah juga menitikberatkan pada peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari strategi membangun birokrasi yang profesional sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Ini bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas birokrasi sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah,” kata Arif, Kamis (18/6).

Menurut Arif, Bappeda secara rutin melakukan pemantauan dan penyesuaian antara dokumen perencanaan pembangunan dengan pelaksanaan program di setiap OPD. Pengawasan itu dilakukan agar seluruh kegiatan tetap selaras dengan sasaran yang telah ditetapkan.

Baca juga  Catat! Syarat dan Jadwal Mudik Gratis Bareng Bupati Sumenep

Ia menjelaskan, proses evaluasi dilaksanakan secara berkala guna mengukur capaian program berdasarkan indikator kinerja pemerintah daerah.

“Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan target pembangunan tercapai sesuai indikator kinerja yang telah ditetapkan pemerintah daerah,” ujarnya.

Arif menilai keberhasilan pembangunan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran yang terserap, melainkan sejauh mana program mampu menghasilkan dampak positif bagi masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tingkat penyerapan anggaran, tetapi juga capaian program dan manfaat yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Di samping itu, Bappeda juga mendorong seluruh OPD meningkatkan kualitas sistem pelaporan agar lebih akurat, terintegrasi, dan disampaikan sesuai jadwal. Menurut Arif, laporan yang tertata dengan baik akan memudahkan pemerintah mendeteksi hambatan pelaksanaan program sehingga solusi dapat segera diterapkan.

Baca juga  LPI Bustanul Arifin Sukses Gelar Haflatul Imtihan 2023

Dengan sistem tersebut, pemerintah berharap pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal dan target pembangunan daerah tidak terganggu oleh berbagai kendala yang muncul.

“Dengan mekanisme ini, pelayanan publik dan target pembangunan diharapkan tetap berjalan optimal tanpa terganggu berbagai hambatan di lapangan,” harapnya.

Lebih lanjut, Arif menegaskan bahwa akuntabilitas merupakan fondasi penting dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan profesional. Karena itu, setiap perangkat daerah dituntut bekerja secara terbuka, memiliki ukuran kinerja yang jelas, serta mampu mempertanggungjawabkan seluruh program yang dijalankan.

“Kinerja yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan adalah fondasi utama untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” ujarnya.

Melalui penguatan akuntabilitas tersebut, Pemkab Sumenep berharap kualitas penyelenggaraan pemerintahan terus meningkat, efektivitas pembangunan semakin optimal, serta kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah semakin kuat.(*)

Baca juga  Bappeda Sumenep Matangkan Ranwal RPJMD 2025–2029 Bersama Bappeda Provinsi di Surabaya

Penulis : Ratih

Editor : ZuhalieZ

Sumber Berita: Warta9.co.id

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB