HerbalCraft KKN Posko 30 Ajarkan Santri Guluk-Guluk Olah Kunyit Jadi Produk Bernilai

- Penulis

Sabtu, 5 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para santri menunjukkan produk jamu kunyit instan hasil praktik dalam kegiatan HerbalCraft KKN Posko 30 di Dusun Tanodung, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. Kegiatan tersebut juga mengajarkan pemanfaatan ampas kunyit sebagai bahan body scrub.

Para santri menunjukkan produk jamu kunyit instan hasil praktik dalam kegiatan HerbalCraft KKN Posko 30 di Dusun Tanodung, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. Kegiatan tersebut juga mengajarkan pemanfaatan ampas kunyit sebagai bahan body scrub.

SUMENEP (WARTA9) — KKN Posko 30 Dusun Tanodung, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, mengajak para santri mengenal sekaligus mempraktikkan pengolahan tanaman herbal melalui kegiatan HerbalCraft.

Dalam kegiatan tersebut, para santri diajak mengolah kunyit menjadi jamu kunyit instan. Menariknya, ampas kunyit yang tersisa setelah proses pengambilan sari juga dimanfaatkan kembali sebagai bahan dasar body scrub.

Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi pemanfaatan tanaman herbal yang tersedia di sekitar lingkungan pesantren. Selain memperkenalkan kunyit sebagai salah satu bahan herbal, para santri juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengoptimalkan bahan sisa agar tidak langsung menjadi limbah.

Sebelum kegiatan berlangsung, sebagian peserta belum mengetahui secara langsung bagaimana kunyit dapat diolah menjadi produk herbal. Karena itu, HerbalCraft dikemas secara praktik, sehingga para santri dapat mengikuti proses pengolahan mulai dari tahap awal hingga menghasilkan produk.

Dalam pembuatan jamu kunyit instan, bahan yang digunakan meliputi kunyit segar, gula, dan air. Kunyit terlebih dahulu dicuci dan dibersihkan sebelum dihaluskan. Hasil penghalusan kemudian diperas dan disaring untuk memperoleh sari kunyit.

Baca juga  Jenazah Pria 65 Tahun Ditemukan di Sumur di Lenteng, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Sari kunyit selanjutnya dimasak bersama gula menggunakan api sedang. Campuran terus diaduk hingga kandungan air menyusut dan mulai membentuk kristal. Proses pemasakan berlangsung sekitar 30–45 menit, tergantung jumlah bahan dan kondisi pemanasan.

Produk jamu kunyit instan hasil kegiatan HerbalCraft KKN Posko 30 di Dusun Tanodung, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. Produk tersebut dibuat dari kunyit segar yang diolah menjadi serbuk herbal instan.
Produk jamu kunyit instan hasil kegiatan HerbalCraft KKN Posko 30 di Dusun Tanodung, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. Produk tersebut dibuat dari kunyit segar yang diolah menjadi serbuk herbal instan.

Setelah kristal terbentuk dan cukup dingin, hasil tersebut dihaluskan hingga menjadi serbuk jamu kunyit instan.

Tak berhenti pada pembuatan jamu, ampas kunyit yang tersisa juga kembali dimanfaatkan. Ampas terlebih dahulu dikeringkan dan dihaluskan hingga memiliki tekstur lebih lembut. Selanjutnya, ampas dicampurkan dengan bahan pendukung hingga menghasilkan body scrub yang dapat digunakan sebagai lulur tubuh.

Para santri mengikuti seluruh tahapan secara langsung, mulai dari menyiapkan kunyit, mengambil sari, memasak hingga menjadi kristal, mengolahnya menjadi serbuk, hingga memanfaatkan ampas kunyit sebagai body scrub.

Kordes KKN Posko 30, Mafinnatut Tauqiyah, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas dalam bentuk praktik agar materi yang diberikan lebih mudah dipahami dan memberikan pengalaman langsung kepada para santri.

“Sebelumnya para santri belum mengetahui bagaimana proses pembuatan jamu kunyit instan maupun pemanfaatan ampasnya. Karena itu, kami mengajak mereka untuk melihat dan mencoba langsung setiap tahapannya, sehingga mereka tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga pengalaman dalam mengolah bahan alami menjadi produk yang bermanfaat,” ujar Mafinnatut Tauqiyah.

Salah seorang santri, Robiatul Adawiyah, mengaku kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertamanya membuat jamu kunyit instan sekaligus mengetahui pemanfaatan ampas kunyit.

“Saya baru pertama kali membuat jamu kunyit instan. Sebelumnya saya hanya mengetahui kunyit sebagai bahan jamu, tetapi belum tahu bagaimana cara mengolahnya sampai menjadi bentuk instan. Saya juga baru tahu bahwa ampas kunyit masih bisa dimanfaatkan menjadi body scrub,” ungkap Robiatul.

Hal serupa disampaikan Fina Uqailatus Dhufairoh. Ia mengaku tertarik setelah mengetahui bahwa ampas kunyit yang selama ini dianggap sebagai sisa pengolahan ternyata masih dapat dimanfaatkan.

“Awalnya saya mengira ampas kunyit hanya akan dibuang setelah diambil sarinya. Ternyata masih bisa dimanfaatkan menjadi body scrub. Dari kegiatan ini saya jadi tahu cara mengolah ampas kunyit dan mendapatkan pengalaman baru,” ungkap Fina.

Kunyit merupakan salah satu tanaman herbal yang mengandung senyawa kurkumin. Senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Secara tradisional, kunyit juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan minuman herbal.

Baca juga  RSUDMA Sumenep Buka Poli Urologi untuk Peserta BPJS

Melalui HerbalCraft, KKN Posko 30 berharap para santri dapat mengenal lebih dekat potensi tanaman herbal yang tersedia di lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menambah keterampilan sekaligus mendorong kreativitas dalam memanfaatkan bahan alami secara lebih optimal.

Baca juga  Menu Program MBG di Sumenep Berbeda Selama Ramadan

Selain menghasilkan jamu kunyit instan, pemanfaatan ampas sebagai body scrub menjadi bagian dari upaya mengenalkan prinsip pemanfaatan bahan secara menyeluruh. Dengan demikian, kegiatan HerbalCraft tidak hanya memberikan pengetahuan tentang pengolahan herbal, tetapi juga mengajarkan para santri untuk lebih kreatif dan bijak dalam memanfaatkan sumber daya di lingkungan sekitar.(*)

Penulis : Ratih

Editor : ZuhalieZ

Sumber Berita: REDAKSI WARTA9

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKN Posko 30 Dorong Pesantren Lebih Hijau Lewat Program EcoGreen
Kursus Bahasa Inggris hingga Malam, Santri PP Sumber Mas Didorong Lebih Percaya Diri
MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Membership Jokotole Gym, Dukung Gaya Hidup Sehat Masyarakat
MYZE Hotel Sumenep dan GREEBEL Semarakkan Kemerdekaan Lewat Lomba Mewarnai Anak
Tiga Warga Diamankan Polsek Pasongsongan, Diduga Terlibat Pencurian Travo Perahu
“Suki in The Garden” MYZE Hotel Sumenep, Sensasi Kuliner Malam dengan Live Music
Diduga Paksa Pacar Berhubungan Badan, Pria di Sampang Diamankan Polisi
Sae Rassa Hadirkan Konsep Summer Forest di Madura Culture Festival

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:45 WIB

KKN Posko 30 Dorong Pesantren Lebih Hijau Lewat Program EcoGreen

Selasa, 8 September 2026 - 22:34 WIB

Kursus Bahasa Inggris hingga Malam, Santri PP Sumber Mas Didorong Lebih Percaya Diri

Sabtu, 5 September 2026 - 11:09 WIB

HerbalCraft KKN Posko 30 Ajarkan Santri Guluk-Guluk Olah Kunyit Jadi Produk Bernilai

Rabu, 2 September 2026 - 14:37 WIB

MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Membership Jokotole Gym, Dukung Gaya Hidup Sehat Masyarakat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep dan GREEBEL Semarakkan Kemerdekaan Lewat Lomba Mewarnai Anak

Berita Terbaru