Aktivis PMII Kritik Pemkab Sumenep Abaikan Instruksi Efisiensi Mendagri

- Penulis

Sabtu, 20 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis PMII Sumenep, Abd Halim. (Foto: Dok. warta9)

Aktivis PMII Sumenep, Abd Halim. (Foto: Dok. warta9)

Sumenep, warta9.co.id – Keputusan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur untuk tetap menggelar sejumlah kegiatan seremonial di tengah instruksi efisiensi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menuai kritik tajam.

Aktivis PMII Sumenep, Abd Halim, menilai langkah Pemkab Sumenep tidak peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat dan terkesan mengabaikan arahan pemerintah pusat.

Ia menyebut, Pemkab bersikap abai terhadap realitas fiskal nasional yang sedang genting. Ia menyoroti pelaksanaan kegiatan seremonial dan festival budaya yang dinilai tidak mendesak, namun tetap dijalankan dengan alokasi anggaran yang cukup besar.

Baca juga  Anggaran Perawatan Traffic Light di Sumenep Capai Ratusan Juta

“Kami tidak menolak budaya atau festival. Tapi, momentumnya tidak tepat. Pemerintah Pusat sudah jelas menginstruksikan agar kegiatan seremonial seperti festival musik ditunda demi efisiensi anggaran,” kata Halim Sabtu, 20 September 2025.

Sebelumnya, pada 2 September 2025, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan imbauan tegas melalui media ANTARA agar seluruh pemerintah daerah menunda kegiatan non-prioritas dan mengedepankan belanja yang berdampak langsung pada masyarakat.

Baca juga  Alasan Kuota BPJS Penuh, Puskesmas Ambunten Diduga Tolak Warga Berobat

Imbauan itu dikeluarkan sebagai bagian dari kebijakan pengendalian fiskal nasional.

Namun, Pemkab Sumenep tampak tidak menggubris seruan tersebut. Sejumlah kegiatan yang dianggap minim urgensi tetap dijalankan, bahkan tanpa transparansi anggaran yang memadai.

“Ini bukan soal suka atau tidak suka. Ini soal etika dalam menggunakan uang rakyat. Ketika suara masyarakat diabaikan, dan instruksi Mendagri juga tak diindahkan, maka yang terjadi adalah krisis kepercayaan publik,” ujar Halim.

Baca juga  Tingkatkan Efektivitas, BRIDA Sumenep Bahas Evaluasi dan Rencana Aksi 2025

Di samping itu, kata Halim, Pemkab Sumenep terkesan anti-kritik dan enggan membuka ruang partisipasi publik dalam perencanaan anggaran.

“Hal ini, berpotensi memperlebar jarak antara pemerintah dan warga yang seharusnya dilayani,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Sumenep belum memberikan tanggapan resmi atas kritik tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKN Posko 30 Dorong Pesantren Lebih Hijau Lewat Program EcoGreen
Kursus Bahasa Inggris hingga Malam, Santri PP Sumber Mas Didorong Lebih Percaya Diri
HerbalCraft KKN Posko 30 Ajarkan Santri Guluk-Guluk Olah Kunyit Jadi Produk Bernilai
MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Membership Jokotole Gym, Dukung Gaya Hidup Sehat Masyarakat
MYZE Hotel Sumenep dan GREEBEL Semarakkan Kemerdekaan Lewat Lomba Mewarnai Anak
Tiga Warga Diamankan Polsek Pasongsongan, Diduga Terlibat Pencurian Travo Perahu
“Suki in The Garden” MYZE Hotel Sumenep, Sensasi Kuliner Malam dengan Live Music
Diduga Paksa Pacar Berhubungan Badan, Pria di Sampang Diamankan Polisi

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:45 WIB

KKN Posko 30 Dorong Pesantren Lebih Hijau Lewat Program EcoGreen

Selasa, 8 September 2026 - 22:34 WIB

Kursus Bahasa Inggris hingga Malam, Santri PP Sumber Mas Didorong Lebih Percaya Diri

Sabtu, 5 September 2026 - 11:09 WIB

HerbalCraft KKN Posko 30 Ajarkan Santri Guluk-Guluk Olah Kunyit Jadi Produk Bernilai

Rabu, 2 September 2026 - 14:37 WIB

MYZE Hotel Sumenep Hadirkan Membership Jokotole Gym, Dukung Gaya Hidup Sehat Masyarakat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep dan GREEBEL Semarakkan Kemerdekaan Lewat Lomba Mewarnai Anak

Berita Terbaru