Mengaku Utusan Bupati Sumenep Tawarkan Bantuan Ratusan Juta ke Ponpes di Ambunten

- Penulis

Senin, 7 April 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot percakapan oknum mengaku orangnya Bupati Sumenep saat menghubungi pihak Yayasan Pondok Pesantren Dliyaut Thalibin, Sogian, Ambunten. (Foto: Dok. Warta9)

Screenshot percakapan oknum mengaku orangnya Bupati Sumenep saat menghubungi pihak Yayasan Pondok Pesantren Dliyaut Thalibin, Sogian, Ambunten. (Foto: Dok. Warta9)

SUMENEP, WARTA9 – Seorang pria mengaku sebagai utusan Bupati Sumenep, Jawa Timur, menawarkan program bantuan sejumlah ratusan juta rupiah ke sebuah pondok pesantren. Aksi ini diduga kuat sebagai modus penipuan.

Pria tersebut memperkenalkan diri sebagai Syamsul Arifin. Ia menghubungi langsung pihak Pondok Pesantren Dliyaut Thalibin di Desa Sogian, Kecamatan Ambunten, dan mengklaim membawa program bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Baca juga  Pemkab Sumenep Gelar Musrenbang 2025, Merancang Arah Pembangunan Berkelanjutan

Bantuan yang ditawarkan bernilai Rp 200 juta, dengan rincian untuk renovasi bangunan, pembangunan kamar mandi, dan fasilitas pendukung lainnya. Syamsul bahkan menyebut program itu instruksi langsung dari Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.

Namun, pihak pesantren mulai curiga. Gaya bicara dan sikap Syamsul dinilai tidak mencerminkan perwakilan resmi pemerintah.

Baca juga  Pemkab Sumenep Alokasikan Rp700 Juta untuk Lengkapi Fasilitas APHT

“Dari awal kami sudah curigai ini jelas berbahaya dan bisa menipu banyak pihak,” ungkap Ketua Yayasan Pondok Pesantren Dliyaut Thalibin KH. Qusyairi Muhammad melalui bagian Humas Yayasan, K. Fahmi Baharis kepada wartawan. Senin (7/4/2025).

Lebih janggal lagi, Syamsul saat menghubungi pihak yayasan pada Senin, (7/4/2025) sekitar pukul 16.30 WIB sempat meminta uang Rp 5 juta dengan alasan biaya pembuatan proposal dan laporan pertanggungjawaban.

Baca juga  UNIBA Madura Perkuat Kebersamaan dan Wawasan Keilmuan di Bulan Ramadan

“Kami meminta pemerintah dan aparat segera menyelidiki kasus ini. Kami khawatir, banyak lembaga pendidikan lain bisa jadi korban dengan iming-iming bantuan palsu,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB