Viral! Diduga Istri Kades Galis Ancam Warga Soal Pencairan Bansos, Sebut Bisa Coret Nama Penerima

- Penulis

Sabtu, 8 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Warta9.co.id – Sebuah rekaman suara perempuan yang disebut-sebut sebagai istri Kepala Desa Galis, berinisial F, tengah menghebohkan warga Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Rekaman berdurasi lebih dari dua menit itu beredar luas di berbagai grup WhatsApp warga dan menimbulkan kegelisahan karena berisi ancaman terhadap penerima bantuan sosial (bansos).

Dalam voice note tersebut, suara perempuan yang diduga F memperingatkan keras agar warga hanya mencairkan dana bantuan di agen miliknya. Ia bahkan menyebut akan melaporkan siapa pun yang berani mengambil bantuan di tempat lain.

“Untuk semua pemegang kartu, baik lama maupun baru, dari semua jenis bantuan. Jangan sampai ada yang ambil di agen lain. Kalau saya temukan, saya laporkan ke suami saya,” demikian petikan suara perempuan dalam rekaman yang kini ramai dibicarakan, Sabtu (8/11).

Baca juga  MYZE Hotel Sumenep Luncurkan Little Chef, Anak Diajak Belajar Sambil Bermain

Lebih lanjut, F juga terdengar menyatakan dirinya memiliki “kewenangan” dalam pengelolaan data penerima bantuan sosial.

“Saya memang tidak bisa memasukkan nama baru, tapi kalau menghapus, saya punya hak,” ucapnya dengan nada tegas dalam rekaman tersebut.

Tak berhenti di situ, perempuan dalam rekaman itu juga mengakui adanya pemotongan bantuan dengan alasan untuk pembangunan fasilitas desa.

“Jangan coba macam-macam. Kemarin saya minta dan memotong beberapa nominal. Itu saya lakukan karena mau bangun kamar mandi dan mengaspal jalan. Ini demi kemajuan desa,” katanya dalam potongan lain voice note itu.

Baca juga  MYZE Hotel Sumenep Hadirkan The Late Shift, Sajikan Menu Malam Spesial Selama Dua Bulan

Pernyataan dalam rekaman itu memunculkan dugaan kuat adanya penyalahgunaan posisi dan konflik kepentingan, lantaran agen pencairan disebut dikelola oleh keluarga kepala desa.

Padahal, menurut aturan resmi, penerima manfaat berhak mencairkan bantuan di agen mana pun yang bekerja sama dengan pemerintah. Setiap bentuk intervensi atau pengalihan pencairan ke agen tertentu—apalagi milik keluarga pejabat—bisa dikategorikan sebagai pelanggaran etik dan administratif.

Selain itu, klaim F yang menyebut dapat “menghapus” nama penerima bantuan juga menimbulkan kejanggalan. Proses validasi dan perubahan data penerima sepenuhnya berada di bawah kewenangan Dinas Sosial melalui sistem SIKS-NG, bukan di tangan pihak keluarga aparatur desa.

Sejumlah warga Giligenting yang dikonfirmasi secara terpisah mengaku khawatir dan takut setelah mendengar rekaman itu. Mereka khawatir nama mereka akan dicoret dari daftar penerima jika tidak mengikuti arahan yang disampaikan.

Baca juga  SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak

“Katanya kalau tidak ikut, nama bisa dicoret. Ya takut, Mas,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya disembunyikan.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran baru: bantuan sosial yang seharusnya menjadi hak masyarakat rentan justru berpotensi dijadikan alat tekanan oleh pihak-pihak tertentu.

Untuk diketahui, hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Galis maupun istrinya F belum memberikan keterangan resmi atas beredarnya rekaman tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada pihak Kecamatan Giligenting dan Dinas Sosial Kabupaten Sumenep juga belum mendapatkan jawaban.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB