Penyelidikan Kasus Pernikahan Tanpa Izin di Sumenep, Polisi Tambahkan Pasal Perzinaan

- Penulis

Kamis, 27 Februari 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Mapolres Sumenep. (Foto: Dok. warta9.co.id)

Kantor Mapolres Sumenep. (Foto: Dok. warta9.co.id)

SUMENEP, warta9.co.id – Kasus dugaan pernikahan tanpa izin yang melibatkan Makkiyah, warga Desa Rajun, Kecamatan Pasongsongan, masih berproses di Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur. Hingga kini, pihak kepolisian terus mendalami laporan yang diajukan oleh Achmad Zaini sebagai pelapor.

Bripda Ach Rahtafani A.S, penyidik dari Polres Sumenep yang akrab disapa Tatan, menjelaskan bahwa proses hukum kasus ini mengalami perkembangan. Ia mengungkapkan bahwa selain Pasal 279 KUHP yang sebelumnya menjadi dasar laporan, kini terdapat kemungkinan penambahan pasal baru, yaitu Pasal 284 KUHP.

Baca juga  Polisi Janji Tindak Tegas Pengganggu Distribusi Pupuk Subsidi

“Kami menambahkan Pasal 284 dalam kasus ini. Semua yang diajukan pelapor telah kami akomodasi,” kata Tatan saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/2) sore.

Sebagai informasi, Pasal 279 KUHP berkaitan dengan pernikahan yang dilakukan tanpa izin pasangan sah. Pasal ini mengatur hukuman hingga lima tahun penjara bagi seseorang yang menikah lagi meskipun masih terikat dalam pernikahan sebelumnya. Jika pelaku menyembunyikan status pernikahan sebelumnya, ancaman hukuman bisa meningkat menjadi tujuh tahun penjara.

Baca juga  KPU Sumenep Tetapkan Pemenang Pilkada 2024, SK Diserahkan ke DPRD

Sementara itu, Pasal 284 KUHP mengatur tindak pidana perzinaan, yang mencakup hubungan badan antara seseorang yang telah menikah dengan pihak lain yang bukan pasangannya.

Tatan menegaskan bahwa dua pasal tersebut telah dimasukkan dalam laporan yang ditangani oleh penyidik.

“Kedua pasal ini sudah tercantum dalam bukti laporan yang kami proses,” tambahnya.

Selain itu, Tatan juga mengoreksi pernyataan sebelumnya yang disampaikan oleh Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, terkait status kasus ini.

Baca juga  MYZE Hotel Sumenep Tawarkan Promo Kamar Spesial Hari Jadi Kota, Mulai Rp757 Ribu

“Saat ini kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, belum naik ke tahap penyidikan,” jelasnya.

Sementara itu, Achmad Zaini berharap agar proses hukum berjalan dengan adil dan pihak yang terlibat dalam kasus ini dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Saya hanya menginginkan keadilan,” ujar Zaini singkat saat diwawancarai beberapa waktu lalu.***

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB