Sumenep, warta9.co.id – Seorang pasien diduga ditolak berobat oleh Puskesmas Ambunten, Sumenep, Jawa Timur, dengan alasan kuota BPJS sudah penuh meski kondisi pasien dilaporkan dalam keadaan lemah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (22/12/2025) dini hari. Keluarga pasien mengaku sudah datang ke Puskesmas Ambunten sekitar pukul 01.00 WIB, dengan harapan mendapatkan penanganan medis.
Namun, alih-alih diperiksa, pasien tidak bisa berobat karena kuota layanan BPJS di puskesmas tersebut disebut hanya 15 orang.
“Kami datang jam satu pagi, pasien sudah lemah. Tapi petugas bilang kuota BPJS sudah penuh. Pasien tidak diperiksa sama sekali, bahkan pemeriksaan awal pun tidak ada,” ujar salah satu anggota keluarga pasien, Hodri. Kepada Warta9.
Keluarga mengaku sangat kecewa dengan kebijakan tersebut. Menurut mereka, puskesmas seharusnya menjadi fasilitas kesehatan terdepan yang siap melayani masyarakat, terlebih dalam kondisi darurat.
“Kalau puskesmas saja menolak pasien yang sudah lemah, kami harus ke mana lagi? Ini sangat mengecewakan dan menyedihkan,” kata Hodri dengan nada kecewa.
Penolakan tersebut membuat pasien terpaksa pulang tanpa mendapatkan penanganan medis apa pun. Keluarga menilai alasan kuota BPJS tidak seharusnya menjadi penghalang untuk melakukan pemeriksaan awal, apalagi pada jam pelayanan malam.
Kasus ini memunculkan pertanyaan serius terkait akses layanan kesehatan dan implementasi kebijakan BPJS di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Masyarakat berharap ada evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Ambunten maupun Dinas Kesehatan setempat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penolakan pasien tersebut.








Comment