Sumenep, warta9.co.id – Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, mengecam keras tindakan oknum aparat Bea dan Cukai yang melakukan razia terhadap toko-toko kelontong di sejumlah desa di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Menurut Zainal, tindakan tersebut tidak manusiawi karena para pedagang kecil hanya berupaya bertahan hidup dengan berjualan, termasuk menjual rokok tanpa cukai.
“Toko kelontong di desa-desa diobrak-abrik, rokoknya disita. Sementara pabrikan besar dibiarkan begitu saja. Apa mereka tidak punya rasa kemanusiaan? Para pedagang ini hanya ingin mencari sesuap nasi,” ujar Zainal Arifin, Rabu (5/11/2025).
Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan itu menyatakan, dirinya menolak dan mengutuk keras tindakan oknum aparat Bea dan Cukai yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat kecil.
Zainal menilai, penegakan hukum terhadap peredaran rokok ilegal seharusnya dilakukan secara menyeluruh dan berkeadilan, bukan hanya menyasar toko-toko kecil di pelosok desa.
“Kalau memang mau menindak, tindak semuanya. Jangan hanya yang kecil yang ditekan, sementara pemain besar aman-aman saja,” tegasnya.
Ia meminta pemerintah pusat dan Bea Cukai meninjau ulang pola razia yang dinilai meresahkan masyarakat kecil di Sumenep.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Bea dan Cukai belum memberikan keterangan resmi terkait pernyataan Ketua DPRD Sumenep tersebut.








Comment