Kuasa Hukum Bang Alief Soroti Cacat Prosedur Penanganan Kasus Dugaan Korupsi oleh Tipikor Polres Sumenep

- Penulis

Senin, 3 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Warta9.co.id — Kuasa hukum Bang Alief, Kamarullah, menuding penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Sumenep telah melakukan pelanggaran serius dalam proses penyelidikan kasus dugaan korupsi yang menyeret nama kliennya.

Dalam konferensi pers di kantor LBH Achmad Madani Putra dan Rekan-rekan, Senin (3/11) siang, Kamarullah menegaskan bahwa tindakan penyidik yang melakukan penyitaan tanpa surat izin dari Pengadilan Negeri merupakan bentuk pelanggaran hukum dan cacat prosedur.

“Penyidik Tipikor Polres Sumenep bertindak tanpa dasar hukum yang jelas. Mereka melakukan penyitaan tanpa izin pengadilan. Ini cacat prosedur dan mencederai prinsip hukum yang seharusnya dijunjung tinggi,” tegas Kamarullah di hadapan awak media.

Menurutnya, penyitaan aset milik Bang Alief dilakukan secara tergesa-gesa dan tidak mempertimbangkan bahwa kasus di internal Bank Jatim sendiri belum terselesaikan secara tuntas.

Baca juga  Festival Tani Ganding 2026 Resmi Dibuka, Jadi Ruang Promosi Potensi Lokal

“Bank Jatim harusnya menyelesaikan dulu persoalan internalnya. Siapa pelaku utama dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya harus dibuktikan terlebih dahulu. Jangan justru pihak luar seperti Bang Alief yang dijadikan kambing hitam,” ujarnya.

Kamarullah juga mempertanyakan keputusan penyidik yang menetapkan Maya Puspitasari sebagai tersangka, padahal yang bersangkutan sudah tidak lagi bekerja di Bank Jatim sejak tahun 2022.

“Maya sudah keluar dari Bank Jatim dan kini berstatus nasabah. Tapi anehnya, penyidik langsung menetapkannya tersangka tanpa pernah mendatangi alamatnya. Kami tantang, tunjukkan bukti bahwa penyidik benar-benar mencari Maya,” ucapnya dengan nada heran.

Baca juga  MEC 2026, MAKN Kukuhkan Haji Her sebagai Penasihat Organisasi

Lebih jauh, Kamarullah menilai langkah Polres Sumenep dan Bank Jatim telah membawa dampak besar terhadap kelangsungan usaha kliennya.
Menurutnya, akibat tindakan yang dinilai sewenang-wenang itu, Bang Alief terpaksa menutup usahanya dan 18 karyawannya kehilangan pekerjaan.

“Ini bukan hanya soal hukum, tapi juga soal kemanusiaan. Sumenep sudah miskin, jangan tambah dimiskinkan,” tuturnya dengan nada prihatin.

Kuasa hukum tersebut juga menyarankan agar kasus ini dilimpahkan ke lembaga penegak hukum lain apabila penyidik Polres Sumenep merasa tidak mampu atau berada di bawah tekanan.

“Kalau memang tidak sanggup, serahkan saja ke Polda Jatim, Mabes Polri, Kejaksaan, atau bahkan KPK. Kami siap membantu membongkar siapa sebenarnya aktor-aktor korupsi di tubuh Bank Jatim dari 2019 sampai 2022,” tegasnya.

Baca juga  Awas Calo! Begini Cara Aman Beli Tiket Bus AKAP di Terminal Arya Wiraraja Sumenep

Selain itu, pihaknya juga telah menempuh jalur hukum dengan menggugat Bank Jatim atas dugaan perbuatan melawan hukum.

“Kami sudah melayangkan gugatan karena klien kami dirugikan secara materiil dan immateriil. Laporan juga sudah kami kirim ke Presiden, Menteri, DPR, KPK, Kejaksaan, dan LPS. Bahkan uang tabungan Bang Alief diblokir tanpa dasar hukum yang sah,” jelas Kamarullah.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Humas Polres Sumenep AKP Widiarti belum memberikan tanggapan atas tuduhan yang disampaikan oleh pihak kuasa hukum Bang Alief. Redaksi masih membuka ruang klarifikasi apabila pihak Polres Sumenep ingin memberikan penjelasan resmi terkait hal tersebut.

Follow WhatsApp Channel www.warta9.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat
MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir
Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga
MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat
Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC
Hari Santri 2026, Fauzi Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
SDN Soddara I Peringati Hari Santri, Tanamkan Nilai Perjuangan dan Akhlak
Dua Pria Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Peredaran Sabu di Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Semarak Hari Jadi Sumenep ke-757, Siswa dan Guru SDN Soddara I Kompak Kenakan Baju Adat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:56 WIB

MYZE Hotel Sumenep Tanam Mangrove, Perkuat Kepedulian terhadap Lingkungan Pesisir

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Dari Malaysia ke Kangean Sumenep, Fauzi Jadikan BRILink Tumpuan Transaksi Warga

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:25 WIB

MYZE Hotel Sumenep Gelar Couple Yoga, 100 Peserta Nikmati Olahraga Bareng Sahabat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan keterangan kepada awak media seusai apel Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pemkab Sumenep, Kamis (22/10/2026).

Daerah

Bupati Fauzi Buka Suara soal Kematian Santri di RS BHC

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:05 WIB