Sumenep, warta9.co.id – Ketua DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Zainal Arifin, tampil seorang diri menemui massa aksi dari kalangan mahasiswa yang menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD setempat sejak tanggal 30 hingga 31 Agustus 2025.
Tanpa didampingi satu pun anggota DPRD lainnya, politisi dari PDI Perjuangan itu mendengar secara langsung aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiswa.
Isu-isu utama yang mereka suarakan mencakup penolakan kenaikan tunjangan DPR RI, desakan pengesahan RUU Perampasan Aset, serta pentingnya keterbukaan informasi dan ruang partisipasi rakyat.
Dalam pernyataannya kepada media, Zainal Arifin menegaskan komitmennya untuk membawa suara mahasiswa ke tingkat pusat.
“Saya datang sendiri karena saya percaya, mendengar langsung suara rakyat adalah kewajiban, bukan pilihan. Apa yang disuarakan adik-adik mahasiswa hari ini adalah cerminan keresahan rakyat. Dan saya pastikan, aspirasi ini akan saya teruskan ke DPR RI secepatnya,” tegas Zainal.
Ia juga menambahkan bahwa DPRD bukan sekadar lembaga formal, tapi harus menjadi jembatan aspirasi rakyat yang sejati.
“Kita tidak boleh abai. Saat rakyat menolak kenaikan tunjangan pejabat dan menuntut keadilan dalam pemberantasan korupsi melalui RUU Perampasan Aset, itu tanda bahwa nurani publik sedang bicara. Kita wajib mendengarkan, dan yang lebih penting, menindaklanjutinya,” ujarnya.
Pantauan di lokasi, aksi mahasiswa berlangsung tertib dan penuh semangat, membawa harapan baru bahwa suara-suara kritis dari daerah bisa menjadi gema kuat di Senayan selama ada perwakilan rakyat yang benar-benar berpihak pada rakyat.








Comment