SUMENEP, (WARTA9) – Malam itu, Jumat (8/8/2025), suasana Jalan Nasional di Simpang 3 Mastasek, Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, masih ramai oleh lalu lalang kendaraan. Namun, dalam hitungan detik, ketenangan malam berubah menjadi duka. Seorang pemuda, MDE (21), warga Sumenep, terkapar tak berdaya setelah motornya, Honda C 70, dihantam keras mobil pickup L 300.
Bukan hanya benturan yang membuat peristiwa ini memilukan, tetapi juga kenyataan bahwa sang pengemudi, MS (40), warga Kecamatan Dasuk, memilih tancap gas meninggalkan korban. Tak ada bantuan, tak ada kepedulian. Korban akhirnya menghembuskan napas terakhir di RSUD Sumenep, sementara sepeda motornya ringsek tak berbentuk.
Kabar duka ini langsung memantik respon cepat Unit Gakkum Satlantas Polres Sumenep. Tim bergerak di bawah komando Kasat Lantas, AKP Ninit Titis Dwiyani, S.E. Malam itu juga, olah TKP dilakukan, barang bukti diamankan, dan saksi-saksi dimintai keterangan. Rekaman CCTV dari sekitar lokasi menjadi petunjuk penting yang membawa penyidik pada jejak pelaku.
Penyelidikan dilakukan tanpa mengenal waktu. Dari lorong-lorong gelap hingga jalur lintas desa, petugas menyisir kemungkinan rute pelarian. Hingga akhirnya, Rabu (13/8/2025) dini hari, pencarian itu berakhir di Kecamatan Dasuk. Pelaku beserta pickup hitam yang digunakan saat kejadian berhasil diamankan tanpa perlawanan.
“Penyelidikan ini kami lakukan secara maraton. Kami pantau CCTV, telusuri saksi, dan kejar semua kemungkinan. Alhamdulillah, kerja keras tim membuahkan hasil,” ungkap AKP Ninit dengan nada lega.
Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda, S.I.K., melalui Kasihumas AKP Widiarti, S.H., menegaskan bahwa tabrak lari adalah tindakan keji yang melanggar hukum dan nurani.
“Kecelakaan bisa terjadi pada siapa saja, tetapi meninggalkan korban tanpa pertolongan adalah pelanggaran kemanusiaan. Kami mengajak masyarakat untuk selalu bertanggung jawab di jalan, karena nyawa tak bisa diganti dengan apapun,” tegasnya.
Kini, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Sementara itu, keluarga korban hanya bisa berharap agar kejadian serupa tak lagi merenggut nyawa orang-orang tercinta di jalanan.








Comment